Rabu, 07 Maret 2012

Lowongan Bisnis Asuransi


Diposkan oleh Iwan Generali

PT.Asuransi Jiwa Generali Indonesia  mengajak anda sukses bersama kami Agen Generali Life Insurance, Perusahaan Asuransi Terbesar di Indoensia dan Eropa yang terus berkembang. Jika anda :

1.Laki-Laki / Wanita;
2.Umur 17 tahun ke atas;
3.Pendidikan minimal SMU (yang masih sekolah dan kuliah juga boleh);
4.Berkeinginan untuk maju,dan berkembang;
5.Memiliki motivasi untuk sukses;
6.Ingin mendapatkan reward keliling dunia dan income yang tidak terbatas;
7.Tidak dibutuhkan pengalaman tetapi dibutuhkan kemauan;
8.Dibimbing oleh trainer-trainer yang handal dan Qualified.


Agency Office:
Jl.H.Misbah Komplek Multatuli Indah Blok CC No.25-28  Medan – SUMUT 20151,Indonesia
Telp.+6261 4514133
Mobile.+62821 6407 3585
PT.Asuransi Jiwa Generali Indonesia
Cyber 2 Tower,30th Floor
Jln.HR.Rasuna Said Blok X-5 No.13,Jakarta 12950
Telp.+6221 2996 3777   
Fax.+6221 2902 1717
E-mail:care@generali.co.id
Website:www.generali.co.id

MOTIVASI ADALAH UANG


Diposkan oleh Buniwan
Berapa besar sebuah motivasi memberikan pengaruh positif terhadap diri anda ? Apakah anda termasuk tipe orang yang harus selalu mendapatkan motivasi sebelum mendapatkan satu peluang, maka tanpa disadari anda sudah termotivasi dengan sendirinya ?

Coba tanyakan hal itu pada diri anda, apakah anda termasuk tipe yang pertama, maka ulasan berikut ini akan menjadi sebuah pemicu positif bagi anda.

Dalam ulasan saya ini terdapat beberapa motivasi peraktis yang erat kaitannya dengan praktek penjualan yang pintar, pendekatan prospek yang mengagumkan dan cara mengatasi keberatan prospek. Ini berdasarkan dalam pengalaman-pengalaman nyata seorang pemasar besar Asuransi Jiwa, BERT PALO.

Motivasi adalah uang, itu yang dinyatakan Bert. Apabila anda sudah mendapatkan motivasi dari ulasan ini, maka uang akan datang kepada anda.

Perhatikan petikan pernyataan dari BERT PALO :
“Menjual asuransi adalah agama, obsesi dan perang suci. Tidak ada hal lain yang mampu menggantikannya. Sebab itulah saya berusaha keras agar setiap orang memiliki asuransi. Terima kasih Tuhan, Kau telah menciptakan aku sebagai Agen Asuransi”.

Bert Palo seorang lulusan dari Ohio State University. Sebelum memulai karirnya dalam bisnis asuransi, dia telah mengajar selama 25 tahun. Barulah pada tahun 1954, ia menjadi agen full time di Prudential Insurance Company of America.

Dalam 3 bulan pertama, Bert berhasil memperoleh penghasilan sebesar $500.000. Setelah melalui masa 6 bulan, ia menunjukkan peningkatan yang cukup mencolok yaitu $2,560,000. Dalam selang waktu 3 tahun, Bert diperkirakan berpenghasilan sebesar $6 juta dan menjadi salah satu anggota Million Dollar Round Table.

Keyakinan Yang Besar
Keyakinan anda terhadap bisnis ini, sehingga anda akan terus bertahan dalam bidang pemasaran. Apabila dikaitkan dengan bisnis asuransi yang anda tekuni, maka anda akan memahami dengan baik bagaimana melakukan pendekatan kepada prospek, bagaimana anda berusaha keras menolaksetiap jawaban “Tidak!”. Apabila anda merasa yakin terhadap produk yang anda miliki, sebagaimana anda meyakini produk yang anda jual, saya rasa anda dapat menerapkan ide-ide sederhana.

Pekerjaan Mulia
Tidak ada hal lain yang mampu menggantikan asuransi jiwa, itulah keyakinan saya. Asuransi merupakan satu-satunya instrumen keuangan terbaik yang pernah diciptakan setiap orang. Apakah anda yakin akan hal ini? Cukup yakin hingga anda mau membeli sebanyak-banyaknya?

Seorang pemasar asuransi melakukan pekerjaan yang paling mulia di dunia ini. Produk yang dijual merupakan yang terbaik yang pernah ada di dunia ini.Tetapi disisi lain, dia melakukan pekerjaan yang sangat sulit yaitu meminta orang-orang untuk mengeluarkan uang sejumlah ratusan ribu bahkan jutaan rupiah hanya untuk mendapatkan selembar kertas. Agar transaksi penjualan berhasil, merupakan tantangan bagi kita untuk membuat kertas itu menjadi sesuatu yang hidup, bernapas dan benar-benar nyata. Ini bukan pekerjaan yang mudah.

Kita harus menjual besok, bukan hari ini. Kita harus menjual rasa aman, kedamaian, martabat seorang manusia, kebebasan akan rasa takut, kebebasan atas keinginan. Setiap orang memerlukan asuransi.

Diantara kita, sesama pemasar asuransi bukanlah pesaing bisnis. Kita adalah kolega. Pesaing kita yang sesungguhnya adalah para pemasar produk-produk yang nyata seperti mobil, TV, lemari es dll. Merekalah yang seringkali mengalihkan arus uang yang seharusnya masuk ke dalam asuransi jiwa malah menjadi bentuk yang lain. Hanya dengan penjualan melalui hati, barulah kita bisa mendapatkan bagian yang memang seharusnya menjadi anggaran untuk asuransi mereka.

Seberapa Tinggi Anda Capai
Apa yang anda inginkan dalam hidup ini? Berapa penghasilan yang anda kehendaki – Rp.100 juta setahun? Dalam bisnis kita, berapapun angka yang ditetapkan bukanlah sebuah patokan, kita tinggal menyebutkannya saja. Tidak ada batasan penghasilan dalam bisnis ini. Tidak mengherankan apabila semakin giat bekerja, semakin baik kita melakukannya. Semakin baik melakukannya, semakin banyak penghasilan yang kita capai – Rp.200 juta, 300 juta atau 400 juta. Apakah ada pekerjaan lain yang sama dengan yang kita miliki?

Prospek adalah Orang
Dalam bisnis ini tanpa prospek kita mati. Kita tahu rahasia prospecting yang baik adalah berjumpa dengan orang dan dilanjutkan dengan perbincangan.

Siapapun yang anda jumpai sopir taksi, petugas elevator, pelayan toko atau restoran, selalu ajak bicara tentang asuransi. Anda minta mereka untuk membeli asuransi, kemungkinan terburuknyanadalah mereka menjawab ‘Tidak!”. Pada umumnya mereka akan menolak, tetapi menurut hukum rata-rata, beberapa orang dari mereka pasti membeli.

Pentingnya Keberatan Prospek


Diposkan oleh  Buniwan
Ketidakmampuan beberapa agen kita dalam mengatasi keberatan prospek telah menyebabkan mereka gagal dalam menjalankan bisnis ini. Padahal penolakan adalah salah satu bagian terpenting dalam bsinis kita ini.

Coba kita bayangkan seandainya orang-orang yang membeli asuransi sama sekali tidak mengajukan penolakan-penolakan terhadap produk yang kita tawarkan, saya yakin perusahaan akan menjual asuransi melalui mesin-mesin penjual dipasang di terminal, stasiun, bandara dan dimana saja seperti produk rokok ataupun minuman soda. Orang hanya perlu memasukan uang kedalamnya dan keluarlah selembar polis.Lalu bagaimana saya dan anda sebagai pemasar asuransi?

Klien yang menolak membeli pada umumnya hanya merasa kurang yakin. Keberatan mereka sesungguhnya bisa diartikan sebagai permohonan bantuan. Yakinlah akan hal ini. Saya selalu mengharapkan adanya keberatan-keberatan dari prospek. Karena bagi saya hal ini merupakan satu-satunya jalan untuk mengetahui apa yang dirasakan prospek. Saya yakin apabila prospek tidak menyampaikan keberatan-keberatan mereka, maka wawancara tersebut kan gagal.

5 Tahap Rencana Financial


Gagal merencanakan masa depan finansial anda = HIDUP SUSAH.

5 tahap rencana financial
Siapa sih yang tidak mau hidup sejahtera, terbebas dari masalah keuangan? Hal ini dapat Anda capai melalui perencanaan keuangan.Bagaimana caranya? Ada 5 tahap penting yang perlu Anda lakukan dalam perencanaan keuangan, yaitu :

1. Menentukan Tujuan Keuangan.
2. Menganalisa Kondisi Keuangan Sekarang.
3. Membuat Rencana Keuangan.
4. Melakukan Implementasi Dari Rencana Keuangan.
5. Monitor dan Evaluasi Berkala.

Menentukan Tujuan Keuangan.
Dalam buku “7 Habits of Highly Efective People”, Steven R.Covey menyebutkan bahwa salah satu kebiasaan orang yang efektif adalah “Memulai dari Akhir”. Kebiasaan ini juga kita terapkan untuk perencaaan keuangan kita. Sejak tahap pertama kali merencanakan keuangan, kita harus menentukan apa sih tujuan terakhir yang kita inginkan dari uang kita.
Mengapa harus memulai dari tujuan? Analoginya adalah seperti ini. Bayangkan bila kebetulan Anda memiliki waktu luang dihari Minggu, dan Anda hendak menghabiskannya di luar rumah.
Awalnya Anda masih tidak memiliki tujuan yang jelas, yang penting bagi Anda adalah jalan-jalan di luar rumah saja. Jadi Anda keluar dari rumah, mengendarai mobil Anda tanpa arah yang pasti. Nah, di tengah jalan tiba-tiba baru Anda kepikir, oh iya minggu lalu saya ingin ke Mall A untuk membeli sesuatu.Namun karena Anda sudah menghabiskan banyak waktu untuk jalan-jalan tanpa tujuan, apalagi kalau posisi Anda sekarang justru lebih jauh dari Mall A, Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu untuk menuju Mall A.
Lain ceritanya bila sejak awal Anda masuk ke mobil, Anda sudah memiliki tujuan. “Saya ingin ke Mall A”. Pada saat itu juga Anda akan “merencanakan” jalan mana yang paling cepat untuk menuju ke Mall A. Anda akan tiba ke Mall A jauh lebih cepat daripada cerita sebelumnya.
Begitu pula ceritanya dengan keuangan kita. Apabila sejak awal kita sudah menentukan apa saja sih tujuan yang ingin kita capai dengan uang yang kita miliki, kita dapat membuat rencana keuangan yang sesuai, mengimplementasikannya sehingga akhirnya tujuan kita bisa tercapai dalam waktu yang lebih cepat.
Apa saja sih tujuan keuangan? Berikut adalah tujuan-tujuan keuangan jangka panjang :
1. Dana untuk membiayai pensiun dengan gaya hidup yang diinginkan.
2. Dana untuk membiayai pendidikan anak.
3. Perlindungan keluarga dari resiko finansial.
4. Warisan untuk anak.
5. Penghematan pajak.
Selain itu, juga ada tujuan-tujuan keuangan untuk jangka pendek, seperti :
1. Membeli asset seperti rumah, mobil, elektronik, dan lain-lain.
2. Rencana liburan akhir tahun.
Ingat, kita harus SMART dalam menentukan tujuan keuangan kita.
Spesifik, Measurable, Achievable, Realistik dan Time-Frame.
1. Spesifik artinya kita harus dapat membayangkan tujuan kita secara detail.
Misalkan untuk dana pendidikan anak, kita harus sudah dapat memperkirakan ke universitas mana anak kita akan mengambil gelar sarjana. Untuk dana pensiun kita harus sudah dapat membayangkan bagaimana kehidupan yang kita inginkan pada saat kita tua nanti.
2. Measurable artinya dapat diukur, dalam hal ini alat ukurnya adalah mata uang.
Misalkan saja kita ingin membuat rencana untuk liburan akhir tahun, kita harus memperkirakan berapa banyak uang yang akan dibutuhkan untuk liburan kita nanti.
3. Achievable berarti dapat kita capai.
Agar tidak menjadi pungguk yang merindukan bulan, sebaiknya tujuan keuangan disesuaikan dengan kemampuan keuangan kita.
4. Realitik berarti tujuan kita masuk akal, bukan merupakan khayalan yang tidak dapat diwujudkan dalam dunia nyata.
5. Time Frame berarti kita harus memiliki jangka waktu yang jelas untuk mencapainya. Misalkan saja untuk dana pendidikan anak, kita harus tahu jelas kapan sang anak akan masuk ke universitas. Untuk rencana pensiun kita harus tahu pada umur berapa kita akan pensiun.
Tuliskanlah tujuan-tujuan keuangan yang Anda inginkan pada kertas, dan kemudian baca kembali tulisan Anda. Beri nomor urut pada tujuan-tujuan tersebut berdasarkan hal mana yang paling penting untuk Anda. Misalkan Anda menganggap anak Anda paling berharga untuk Anda, mungkin saja Anda memberikan nomor satu untuk dana pendidikan anak, kemudian nomor dua untuk perlindungan keluarga dari resiko finansial.
Mengapa perlu memberi nomor urut pada tujuan finansial? Karena keterbatasan pendapatan, ada kemungkinan kita TIDAK BISA mewujudkan seluruh tujuan finansial kita. Jadi kita hanya bisa memilih tujuan mana yang paling penting untuk kita.
Untuk itulah gunanya nomor urut. Nantinya dalam membuat rencana, kita akan memulai dari tujuan yang paling penting. Tujuan dengan nomor urut satu. Setelah rencana untuk tujuan pertama ini bisa tercapai, dan masih ada uang tersisa, baru kita membuat rencana untuk tujuan kedua. Dan begitu seterusnya.

Cara Mengatasi Keberatan Prospek


1. “Saya Tidak Mampu Membelinya”
Keberatan yang seringkali muncul adalah “Saya tidak mampu membelinya”. Untuk mengatasi keberatan ini biasanya saya katakana kepada prospek, “Pak/Bu prospek, demikian juga halnya dengan kematian. Bapak/Ibu tidak akan mampu menghindarinya tetapi satu hari nanti kematian akan menjemput kita. Saya selalu beritahukan mereka bahwa bagaimanapun, suatu hari nanti seseorang akan membayarkan untuk asuransi mereka. Pilihan ada di tangan mereka. Apakah mereka lebih suka membayarnya dengan mudah pada saat ini, atau membayar dengan cara yang lebih sukar kelak. Salah satu pilihan tetap harus diambil.
Banyak prospek yang mengatakan biaya asuransi cukup memberatkan. Ingatkan kepada mereka bahwa yang memberatkan mereka bukanlah asuransi tetapi hidup mereka sendiri. Apapun yang ingin mereka capai pasti memerlukan uang.

2. “Saya Bicarakan Dulu Dengan Istri”
Bagaimana menghadapai prospek yang mengatakan, “Program ini bagus dan menarik. Tapi saya akan bicarakan dulu dengan istri.”
Untuk prospek seperti ini saya sudah memilik stok jawaban seperti ini, “Baiklah pak, ide yang sangat baik untuk mendiskusikan hal ini dengan istri bapak. Tetapi jangan lupa pak, tanyakan juga hal ini kepada anak-anak. Karena seperti yang sudah bapak ketahui program ini akan sangat bearti sekali buat masa depan mereka.
Seandainya mereka termasuk keluarga yang penuh dengan kasih sayang, saya yakin penjualan pun akan berhasil.

3. “Bagaimana Menurutmu, Sayang?”
Apa yang anda katakan apabila saat melakukan wawancara dengan suami istri dan tiba-tiba sang suami bertanya kepada istrinya, “Bagaimana sayang, apakah saya perlu membelinya?”
Biasanya, saya langsung berpaling kepada sang istri sambil tersenyum mengatakan, “Bu jangan jawab pertanyaannya. Hanya ada dua jawaban yang bisa ibu berikan untuk suami ibu. Jika ibu mengatakan “Ya” lalu suami ibu membeli. Pada suatu saat ibu bertengkar dengan bapak, terus bapak sakit dan ibu lupa membawakan dia obat pada saat bapak harus meminumnya, bapak akan berkata dengan marah “Apa yang kamu pedulikan dari saya? Toh kamu telah mendesak saya membeli asuransi jiwa.”
“Sebaliknya, apabila ibu mengatakan “Tidak” pada saat bapak meninggal, ibu harus bisa menjelaskan kepada anak-anak mengapa ayahnya tidak menyediakan dana bagi kebutuhan-kebutuhan mereka. Jadi ibu bisa lihat sendiri, biarkan saja bapak yang menjawab pertanyaan ini. Rupanya ini merupakan tanggung jawab bapak sendiri tanpa harus melibatkan ibu.

4. “Mati Lebih Berharga”
Keberatan lain yang sering muncul adalah, “Dengan membeli asuransi, saya akan lebih berharga apabila mati.” Yakinkan pada prospek seperti ini bahwa asuransi bukan dimaksudkan/tidak akan menggantikan hidupnya. Uang yang ada di dunia ini pun tidak akan menggantikan hidup seseorang. Tujuan asuransi adalah menggantikan penghasilan yang selama ini dihasilkan oleh hidup mereka sendiri.

5. “Hanya Memperkaya Istri”
Apabila anda mendapatkan seorang prospek yang mengatakan, “Buat apa saya membeli asuransi, itu hanya akan membuat janda saya bertambah kaya ketika saya meninggal. Setelah itu mungkin dia akan menikah lagi dengan laki-laki lain dengan tambahan uang asuransi atas diri saya!”
Katakan padanya justru dengan tidak membeli asuransi, dia memaksa istrinya menikah lagi apabila dia meninggal. Seorang janda kaya tidak perlu menikah lagi, tetapi apabila janda yang ditinggalkan tidak dibekali penghasilan yang cukup, dia tidak mempunyai pilihan lain lagi. Dia harus mencari suami yang baru untuk menggantikan ayah dari anak-anaknya.

6. “Saya Pikir-Pikir Dulu”
Bagaimana dengan prospek yang setelah wawancara berakhir mengatakan demikian, “Menarik sekali. Programnya juga bagus, tetapi saya pikirkan lagi!”
Saya katakana kepadanya, “Silakan pikirkan lagi baik-baik. Saya akan tunggu sampai bapak/ibu memutuskannya.” Saya katakan juga bahwa saya harus tetap berada disitu untuk menjawab semua pertanyaan-pertanyaan mereka. Apabila kita pergi, mereka tidak akan memikirkannyan lagi sampai kita kembali.