Kamis, 29 Maret 2012

PROGRAM SUPPORT SYSTEM

business-meeting0
 BESTM (Business Express Training & Motivation)
Training & Motivasi (M3) awal bagi Agen-agen baru, dilakukan setiap hari Senin, pk. 10.00 - 11.30 wib. Dengan mengikuti training & motivasi singkat ini, agen sudah bisa melakukan presentasi penjualan kepada teman, tetangga, keluarga, dan lingkungan terdekatnya. Pemahaman akan arti profesi, company profile, istilah-istilah yang digunakan dalam industri asuransi, apa alasan orang membeli asuransi? Pengetahuan produk secara singkat diajarkan dengan cara penyampaian yang sederhana. Keterampilan membuat janji bertemu, melakukan presentasi penjualan, dan kemampuan menghandle keberatan nasabah diberikan secara singkat, setidaknya bisa dipergunakan untuk melakukan prospek pada orang yang telah dikenalnya.
Acara pertemuan untuk seluruh team yang dilakukan setiap Senin, pukul 10.00 - 11.30.

Mengapa Senin pagi ? Senin adalah hari pertama dalam mengawali aktivitas. Banyak pekerja dan wirausaha yang lebih sibuk daripada hari- hari lainnya. Secara rata-rata para Agen sedikit kesulitan untuk membuat janji pertemuan dengan calon prospek, terlebih pada Senin pagi.
business-meeting Miracle Monday berisi tentang
  • Info update seputar bisnis, dan pengetahuan hal-hal baru yang menambah wawasan agen.
  • Sharing pengalaman penjualan yang terjadi dalam minggu sebelumnya, khususnya bila ada Case yang spesifik.
  • Update pencapaian yang memberi atmosfir kompetitif.       
  • Ajang tanya jawab seputar penjualan.
SPIRIT SATURDAY (SS)
Acara meeting agen yang dilakukan Sabtu pk. 10.00 - 11.00. Materi yang hampir sama dengan M3, karena acara ini dibuat untuk mengakomodasi para agen yang masih bekerja Part Time. Senin hingga Jumat mereka masih bekerja di kantor tempat mereka bekerja.

teamwork-wallpaper Workshop  'P.R.O.S.P.E.K’ 
Mengikuti training BEST tentunya tidak akan membuat seorang Agen menjadi sukses dalam penjualan secara instan. Oleh karena itu, pendalaman akan ketrampilan harus dilakukan.
Ada 7 bagian yang akan dipelajari sesuai dengan Siklus Penjualan. Workshop ini dilakukan secara rutin dengan schedule yang telah ditentukan sepanjang tahun. Anda disarankan untuk mengulang topik bila Anda masih menganggap perlu. Dengan pengulangan akan memberi kesempurnaan. Dan memang  untuk menjadi sukses, tiada hari tanpa belajar.

     » "P"     Persiapkan Daftar Nama
Kunci awal sukses dalam bisnis ini adalah mempunyai daftar nama. Nama dalam bisnis kita ibarat darah dalam kehidupan. Tanpa darah manusia akan mati.

Hal hal yang akan dikupas dalam topik ini :
  • Bagaimana mendapatkan daftar nama sebagai calon prospek ?
  • Bagaimana memilah dan memfilter daftar nama sesuai kategori ?
  • Bagaimana mempertahankan banyaknya daftar nama sehingga tetap terjaga secara kualitas dan kuantitas ?
  • Bagaimana cara mengisi daftar nama dan mengisinya dalam form secara efektif ?
  • Apa hubungan daftar nama dan tercapainya goals setting    
Banyak Agen yang mempunyai kemampuan dalam penjualan, namun justru tidak sukses, hanya karena faktor daftar nama. Kelihatan seperti hal sepele, dan banyak yang meremehkan hal tersebut. Workshop ini mengungkap khusus tentang hal ini, dan mengungkap prinsip dan kunci suksesnya.

     » "R" Rencanakan Janji Bertemu via Telepon
Kemampuan ini tidak kalah pentingnya. Banyak Agen justu merasa pesawat telepon adalah musuh terbesarnya. Pesawat telepon bagai setrika panas yang bisa membuat kulit terluka, sehingga memegangpun menjadi enggan. Tidak menguasai teknik telepon yang baik, akan merugikan aktivitas Agen.

Banyak waktu terbuang sia-sia, akibat calon nasabah tidak berada di tempat. Namun pengajaran yang tidak tepat, malah akan menimbulkan jarak dalam hubungan. Disajikan dengan cara yang sederhana, tanpa ada kekakuan dan kecanggungan, hal yang dibahas:
  • Apa rahasia teknik telpon yang efektif?
  • Kapan waktu yang paling tepat dalam melakukan janji bertemu?
  • Begitu Anda salah dalam menentukan waktu,                             maka bisnis akan hilang!, Maka cermati hal ini secara serius.
  • Rahasia menjadikan pesawat telepon menjadi kawan yang siap membantu kelancaran bisnis Anda?
  • 10 Kesalahan terbesar yang sering dilakukan saat melakukan janji via telepon?
  • Tips dan olah vokal ketika melakukan teknik telepon.
Dengan mengikuti Workshop ini, satu langkah menuju sukses dalam bisnis ini sudah Anda dapatkan. Secara tidak langsung income akan berlipat ganda, karena waktu dapat digunakan lebih efektif. Fasilitator akan memberi Anda contoh, ikuti, dan praktekkan!.

    » "O" Olah Busana dan Etika Dalam Pertemuan
Calon nasabah telah memberikan janji bertemu setelah mendengar teknik telepon Anda. Mereka terpesona dengan suara Anda. Mereka terpesona dengan cara Anda berkomunikasi tanpa melihat Anda secara fisik. Dan saatnya Anda bertemu dengan prospek Anda.

Dan sering terjadi, kekecewaan calon nasabah justru saat awal pertemuan. Mengapa ? Karena apa yang dibayangkan waktu menerima telepon dari Agen, sangat berbeda persepsi saat berjumpa secara langsung. Mereka kecewa bukan karena ketampanan ataupun kecantikan semata. Mereka kecewa karena penampilan Agen. Penampilan meliputi kesan pertama yang diterima. Dan penjualanpun menjadi hilang.
      Apa saja yang dipelajari dalam workshop ini :
  • Bagaiman memilih busana yang tepat digunakan, baik pria ataupun wanita, yang memberi kesan profesional dan layak dipercaya?
  • Bagaimana cara bersikap dan posisi tubuh yang mencerminkan Anda sebagai profesional di bidang         keuangan?
  • Citra diri dan image yang ingin ditampilkan, awal kepercayaan timbul.
  • Apa yang membuat nasabah membeli dari Anda?
  • Bagaimana menentukan posisi tempat duduk yang efektif saat akan melakukan presentasi?
  • Apakah bahasa tubuh berpengaruh pada proses penjualan?
  • Apa saja kesalahan yang sering dilakukan oleh para Agen sehingga menghambat closing?
Bagian ini sering diremehkan oleh para Agen. Banyak yang beranggapan bahwa kemampuan presentasilah yang terpenting dalam proses penjualan. Justru banyak pengalaman, kegagalan terbanyak dimulai pada fase ini. Karena pertemuan awal sangat menentukan terjadinya proses penjualan. Berita buruknya, Agen tidak bisa mengulangi kesan awal. Maka jangan lewatkan workshop ini !!!

     » "S" Siapkan Presentasi yang Jitu
Bukan saatnya lagi, melakukan penjualan asuransi dengan gaya meminta tolong. meminta nasabah membeli polis dengan alasan karena untuk menutup target yang dibebankan perusahaan. Atau meminta nasabah membeli polis yang terkecil preminya, supaya lolos dari proses terminasi atau pemecatan.

Hal hal demikian yang membuat agen asuransi tidak disukai masyarakat. Karena nasabah yang akhirnya membeli produk bukan karena mereka membutuhkan, tapi karena terpaksa melakukan demi kepentingan agen. Agen agen yang tidak punya keinginan belajar kerap melakukan hal demikian, yang ujungnya akan merusak citra seorang agen asuransi yang harusnya bekerja secara profesional, sesuai jabatan yang diembannya sebagai Fianncial Consultant.

Menjual produk yang kelihatan kasat mata relatif lebih mudah dilakukan. Dengan mengenal spesifikasi produk, presentasi bisa dilakukan. Terlebih bisa dilakukan demo dan calon customer bisa melakukan uji coba pada produk tersebut. Lain halnya dengan menjual produk yang tidak kelihatan, seperti menjual produk asuransi jiwa. Penekanan penjualan lebih banyak ke arah emosi. Oleh karena itu, presentasi penjualan lebih mengarah pada high-touch daripada high-tech. Penjualan yang dilakukan lebih menyentuh emosi calon nasabah.

Namun dengan ketrampilan melakukan presentasi secara jitu, akan memudahkan proses closing. Akan banyak teknik yang akan digunakan dan semua akan diajarkan, dari pengalaman para MDRT, dan para penjual top dunia, dan dari pengalaman para Leader.
Simak teknik tertinggi dalam dunia penjualan adalah MENJUAL ASURANSI JIWA !!!
  • Bagaimana menjual dengan KONSEP?
  • Bagaimana menjual dengan basis analisa kebutuhan ?
  • Bagaiman menjual dari sisi seorang Financial Planner ?
  • Apa alasan seseorang membeli produk asuransi?
  • Apa alasan seorang lajang dan masih muda harus membeli asuransi?
  • Bagaimana menjual asuransi pada orang yang masih menanggung beban bunga kredit?
  • Orang kaya perlukah asuransi? Bagaimana cara menyentuh kebutuhannya?
  • Apa itu garansi income?
  • Apakah analogi dalam presentasi penjualan?
  • Ragam sales idea yang bisa digunakan sebagai open mind menuju closing.
Pengalaman dari Agen agen sukses dan para Financial Planner dan MDRT akan dibagikan pada workshop ini.

     » "P" Penanganan Keberatan
Perubahan raut wajah dan ekspresi secara tidak sadar akan tercermin saat seorang Agen menerima keberatan calon nasabah. Dalam hal ini pengalaman dan jam terbang akan sangat berpengaruh dalam menanganinya. Pembelajaran dan diskusi tentang penanganan keberatan nasabah tidak akan pernah habis. Dan menariknya, topik dan materinya selalu berkembang. Keberatan calon nasabah periode tahun 1990 berbeda dengan periode tahun 2000.

Dan saat ini juga ada perbedaan issue. Dan pada dasarnya keberatan calon nasabah dapat dipilah menjadi beberapa kategori saja. Jadi sebenarnya tidak ada yang sulit dalam proses ini, namun perlu dipelajari sehingga meningkatkan kepercayaan diri dalam menanganinya.Dan inilah salah satu topik berkelas dunia akan disajikan dalam kelas ini, dan berdampak menaikkan income secara drastis !!!    
Para fasilitator dalam workshop ini adalah para penjual sukses dan para leader yang benar benar pelaku bisnis. Sehingga penanganan keberatan bukan hanya normatif, tapi practical.
Dengan mengikutinya para Agen bisa mengerti:
  • The Power of Mindset Handling Objection.
  • Jenis jenis keberatan nasabah.
  • Teknik penanganan keberatan.
  • Pola pikir penjual dan pembeli dalam proses penjualan.
  • Transfer keyakinan dalam proses komunikasi.
  • Hukum Hukum Penangananan Keberatan Nasabah yang Tidak
  • Boleh Dilanggar.
  • Body Language dalam komunikasi proses penjualan.
Kekuatan workshop ini terletak pada interaktifnya para peserta. Karena dari sana akan tercipta kreatifitas dan ide ide baru dalam penanganan keberatan nasabah. Dengan menguasai teknik ini, yang semula menerima keberatan nasabah seperti menghambat penjualan, namun sekarang Anda bisa merasakan dan menunggu kapan mereka melontarkan keberatannya, karena keberatan nasabah adalah PINTU MENUJU CLOSING !!!.

     » "E" Efektifkan Trial Closing !!
Tidak ada seorangpun yang suka dipaksa dalam melakukan pembelian. Namun tahukah Anda, justru Anda sering membeli sesuatu yang tanpa Anda sadari karena 'paksaan' dari penjual ? Itulah uniknya seni dalam dunia penjualan.

Namun bila sebagai agen melakukan pemaksaan tanpa mempunyai teknik yang memadai, bukan penjualan yang didapat. Tapi caci maki dan kemarahanlah yang akan dia peroleh dari calon nasabahnya.
"Saya tidak suka memaksa orang beli, biarkan mereka memutuskan sendiri..."..Oww..Agen yang baik ini pasti disukai oleh nasabahnya. Masalahnya, dari pengalaman yang ada, dari 100 presentasi penjualan hanya satu yang memiliki proses seperti itu. apakah Anda siap menunggu ?

Disinilah, Anda akan belajar sebuah teknik tingkat tinggi yang membuat calon nasabah segera mengambil keputusan membeli, tanpa harus merasa dipaksa.

Teknik yang telah terbukti sangat ampuh meningkatkan penjualan tanpa harus dicaci maki atau menerima kemarahan Ikuti dan langsung praktekkan ! Maka Anda rasakan dunia penjualan menjadi sangat menyenangkan.

     » "K" Kerjakan sendiri Administrasi-nya
Apakah puncak kesempurnaan dari proses penjualan asuransi jiwa ? Jawabannya hanya ada satu, ketika nasabah sudah melengkapi seluruh administrasinya. Meliputi kelengkapan data pada SPAJ, tanda tangan calon Pemegang Polis, ada ketentuan medis yang harus dilakukan (khususnya untuk uang pertanggungan yang dipersyaratkan) dan tentu saja ada bukti transfer atau bukti setor Premi Pertama. Karena tanpa kelengkapan tersebut, perusahaan tidak bisa melakukan proses. Sehingga tidak ada proses, maka tidak ada polis, otomatis tidak ada komisi penghasilan.

Oleh karena itu, seorang Agen dituntut untuk mengerti proses administrasinya. Pada dasarnya orang selalu beranggapan bahwa perusahaan asuransi seakan berbelit dan terlalu birokrasi. Padahal dengan mengerti aturan kerjanya, semuanya bisa dikerjakan dengan lancar. Justru tidak mengertinya Agen dalam proses ini, seringkali sangat mengganggu calon nasabah. Dan ironisnya, seorang Agen sangat meremehkan proses ini. Mereka beranggapan hal ini bukan tugas mereka.
Dan sering mewakilkan proses ini kepada orang lain. Dan kadang bisnis bisa hilang, batalnya proses karena nasabah merasa tidak nyaman dan sejumlah alasan lain sehubungan dengan proses pengajuan. Dan penyesalan akan datang !!!

Training ini diadakan agar setiap Agen mempunyai kemampuan yang memadai di bagian akhir dan sangat menentukan dalam mendapatkan income.


b ELITE ( Empowering Leadership Training And Education) 
Dengan mengikuti success track, setiap agen akan menjadi seorang leader yang siap memimpin team. Menjadi seorang leader bukanlah jabatan promosi struktural seperti pada pekerjaan konvensional. Karena menjadi leader, bukan memimpin dengan kekuasaan. Melainkan memimpin dengan hati. Karena parameter kesuksesan bagi kami, adalah seberapa banyak seorang leader membuat teamnya menjadi sukses.
Apa yang dipelajari pada Program ini ?
  • The power of  Leadership Mind-set.
  • Kemampuan apa yang harus dipunyai seorang Leader?
  • Bagaimana mengatasi konflik yang terjadi di dalam team?
  • Apa itu managemen waktu yang efektif ?
  • Kekuatan Duplikasi menuju Sukses.
  • The Principle of Leadership.
  • The Power of Motivation.

Dengan mengikuti program ini, apa yang menjadi misteri kepemimpinan sudah bukan menjadi rahasia lagi. Segera kejar success track Anda, dan daftarkan diri Anda !!!
Asa FINANCIAL PLANNER
Menjual Asuransi dengan mempunyai pengetahuan sebagai Financial Planner akan mempunyai nilai tambah di mata nasabah. Persaingan di bisnis makin lama makin ketat. Nasabah yang pada akhirnya akan memilih kepada siapa mereka akan mempercayakan perencanaan keuangan keluarganya. Mereka tentu akan memilih seorang agen yang punya kemampuan sebagai seorang Financial Planner. Yang mampu memberi solusi dalam perencanaan keuangnnya. Para Leader yang sangat kompeten, dengan gelar CFP, AEPP, QWP dan sejenisnya, siap mengajar Anda, tentang pengetahuan tentang Perencanaan Keuangan Keluarga.
investment INVESTMENT PLANNING
Pengetahuan tentang investasi, Anda bisa dapatkan dalam training ini :

  • Apakah itu Saham ? Banyak mitos mengatakan beli saham ibarat judi, apakah benar?
  • Bagaimana mengatakan sebuah saham dianggap murah atau mahal ?
  • Apa itu Technical Analysis? Dan Fundamental Analysis ?
  • Mahkluk apakah Obligasi itu ? dan bagaimana cara kerjanya?
  • Apa yang disebut Pasar Uang ? Reksadana ?
  • Apa itu Profit Taking? Cut Losses? Stok Split? IPO ? Right Issue ?Auto Balancing?Re_Entry?...

    wooww semakin membingungkan.., namun jangan sampai anda bengong di depan calon nasabah Anda...
ooo RISK MANAGEMENT PLANNING
Asuransi termasuk dalam pengelolaan managemen resiko dalam perencanaan keuangan keluarga. Disini Anda akan diajarkan :

  • Bagaimana menghitung kebutuhan asuransi setiap kepala keluarga? Karena setiap tujuan keuangan keluarga tersebut, akan menentukan cara perhitungan tersendiri.
  • Bagaimana menentukan produk yang sesuai dalam pengelolaan resiko?

Dengan mempunyai pengetahuan ini, pendekatan penjualan Anda dari Hard Selling berubah menjadi Consultative Selling.
wsdasda FINANCIAL CHECK UP
Materi ini sangat penting ketika Anda berlaku sebagai seorang Financial Planner. Anda berlaku sebagai seorang 'dokter', yang mampu mendiagnosa 'penyakit' finansial dari calon nasabah Anda. Karena dengan itu Anda bisa memberi solusi, langkah-langkah yang harus diambil. Secara alami mereka mengerti harus menabung, namun belum tentu mereka tahu berapa jumlah yang harus ditabung. Demikian juga perencanaan sekolah anak, khususnya bagi keluarga muda. Juga tidak kalah penting adalah perencanaan akan pensiun. Dengan mengetahui dan paham akan arti Future Value, akan memudahkan Anda memberi solusi pada calon nasabah.

Materi ini sangat dikenal, karena sering dibawakan di perbagai seminar seminar umum oleh para leader Headquarters Financial. Maka keuntungan bagi Anda bisa belajar secara langsung dan menimba ilmu dari mereka.

Dengan mendapat pengetahuan dan kemampuan sebagai seorang Financial Planner, Anda akan mempunyai nilai tambah di mata nasabah, sehingga menumbuhkan kepercayaan kepada Anda. Dan...otomatis, Income anda akan bertambah !!!

Selamat bergabung bersama Headquarters Financial, karena kami peduli dengan pendidikan dan character, yang pada akhirnya memberi Anda pengetahuan, kemampuan, dan integritas.

Diawali hal itu, dan secara otomatis, Income Anda akan semakin hari akan semakin bertambah.

See you at the top !!!

PRODUCT INDIVIDUAL

Generali Flexi Optima 

Product Page.jpg

Apakah anda menginginkan investasi yang dapat anda kontrol? Seperti dapat membatasi keuntungan dan kerugian yang akan timbul, dapat menentukan kapan saat yang tepat melakukan investasi sesuai dengan portfolio yang anda miliki di produk anda? Jika ya, maka anda dapat memilih Generali Flexi Optima sebagai salah satu pilihan investasi anda.

Generali Flexi Optima adalah produk asuransi jiwa unit link dari Asuransi Jiwa Generali Indonesia dengan metode pembayaran premi tunggal yang menawarkan alternatif investasi pada instrumen reksadana Generali Fund serta perlindungan jiwa jangka panjang.

Manfaat Asuransi Jiwa Generali Flexi Optima adalah memberikan santunan kematian sebesar 125% dari premi tunggal yang dibayarkan

Fasilitas Investasi Utama Generali Flexi Optima yang dapat anda pilih :

1. Trading Plan
Fasilitas ini membantu Anda mengatur dan menjaga kinerja portofolio investasi Anda sesuai dengan tujuan investasi yang Anda inginkan - secara otomatis dan setiap hari. Fasilitas ini membantu Anda merealisasikan seluruh hasil investasi yang telah Anda peroleh ketika tujuan investasi Anda tercapai serta mengamankannya dari resiko yang melewati tingkat yang Anda bisa terima dengan dialokasikan ke Generali Money market

2. Re-Entry
Re-entry adalah proses penentuan momentum bagi investor untuk kembali berinvestasi ke alokasi dana awal. Momentum untuk kembali ke alokasi awal tersebut ditentukan dari pergerakan dana investasi pada rekening dana investasi maya (Virtual Account). Virtual Account adalah akun dana investasi maya yang terbentuk tepat sebelum terjadinya realisasi trading plan. Alokasi dana pada Virtual Account mengikuti alokasi dana investasi terakhir sebelum terjadinya realisasi trading plan.

3. Auto Balancing
Proses otomatis yang terus memantau dan menjaga pergerakan investasi dalam batas toleransi yang sudah ditentukan sebelumnya. Proses otomatis ini akan menyesuaikan proses alokasi aset ke tingkat yang diinginkan secara harian.

Investasi Lebih Mudah

Generali Flexi Optima juga menyediakan pilihan jenis investasi yang dapat anda pilih sesuai dengan jenis investasi yang tersedia:
  • Generali Money Market
  • Generali Fixed Income
  • Generali Equity



GENSafe

Melindungi Risiko di Tengah Berbagai Ketidakpastian yang Dapat Menimpa Siapa saja, Kapan saja, dan Dimana saja.

GENSafe merupakan Asuransi Kecelakaan Diri Individu memberikan perlindungan kecelakaan diri yang terjadi di darat, laut, udara; kendaraan bermotor; tindakan terorisme, dan bencana alam selama 24 jam sehari dan 365 hari dalam setahun.


Manfaat :

GENSafe memberikan dua pilihan manfaat yaitu perlindungan atas musibah kematian karena kecelakaan  dan penggantian biaya rawat jalan/rawat inap di Rumah Sakit yang disebabkan karena kecelakaan, maksimum sampai dengan 10% dari uang pertanggungan (berlaku di Rumah Sakit mana saja).

Terdapat empat pilihan plan manfaat uang pertanggungan dari Rp 50 juta – Rp 500 juta yang dapat disesuaikan dengan kemampuan Anda, serta kemudahan sistem pembayaran premi baik secara bulanan maupun tahunan yang langsung didebet melalui kartu kredit Visa/Mastercard Anda.

Anda juga bebas untuk memilih manfaat tambahan berupa Pengembalian Premi maksimum sebesar 25% dari premi yang telah dibayarkan, apabila tidak terjadi Klaim dalam kurun waktu 5 tahun sejak kepesertaan.


Tabel : Premi Bulanan

No Claim Bonus (NCB) Manfaat Uang Pertanggungan
50,000,000 100,000,000 300,000,000 500,000,000
Tanpa NCB Meninggal Dunia karena Kecelakaan 92,000 170,200 496,800 805,000
Meninggal Dunia karena Kecelakaan PLUS Biaya Perawatan RS 254,000 469,900 1,371,600 2,222,500
Dengan NCB Meninggal Dunia karena Kecelakaan 107,500 198,900 580,500 940,700
Meninggal Dunia karena Kecelakaan PLUS Biaya Perawatan RS 300,000 555,000 1,620,000 2,625,000




Tabel : Premi Tahunan

No Claim Bonus (NCB) Manfaat Uang Pertanggungan
50,000,000 100,000,000 300,000,000 500,000,000
Tanpa NCB Meninggal Dunia karena Kecelakaan 9,300 17,100 49,900 80,800
Meninggal Dunia karena Kecelakaan PLUS Biaya Perawatan RS 25,500 47,200 137,600 223,000
Dengan NCB Meninggal Dunia karena Kecelakaan 10,800 20,000 58,300 94,400
Meninggal Dunia karena Kecelakaan PLUS Biaya Perawatan RS 30,100 55,700 162,500 263,30

Syarat dan Ketentuan:
1. Usia kepesertaan : 18-64 tahun dan dapat diperpanjang sampai dengan usia 70 tahun
2. Potongan 10% jika mengikutsertakan suami, istri, orang tua kandung (pemegang polis)


( Sumber: generali.co.id, Go to link:  http://www.generali.co.id/id/products/individu )

COMPANY PROFIL

Corporate Background

Generali adalah salah satu perusahaan terkemuka di pasar asuransi dan keuangan global. Perusahaan induk dan prinsipal dari grup ini adalah Assicurazioni Generali, yang memimpin pasar di Italia.
Sejak pertama didirikan pada 1831 di Trieste, Perusahaan telah memiliki orientasi internasional.
Dengan didukung oleh 85,000 karyawan, Generali Group memiliki lebih dari 70 juta klien di seluruh dunia dan beroperasi di 68 negara. Daerah operasional utama Perusahaan adalah Eropa Barat, namun beberapa tahun belakangan ini Group telah memasuki pasar Eropa Tengah dan Timur, serta mendirikan kantor di pasar-pasar utama di benua Asia.

Kekuatan dan soliditas finansial senantiasa merupakan fitur dari Assicurazioni Generali. Dengan basis kapital yang kuat dan alokasi aset yang konservatif, Group mendapatkan peringkat yang tinggi dari perusahaan bertaraf internasional. Generali Group merupakan aset manager internasional yang terkemuka dengan total aset yang dikelola lebih dari € 400 milyar. Generali adalah pemain kunci di Eropa Tengah, Asuransi Jiwa terbesar dan dengan kehadiran signifikan di semua negara-negara utama. Generali mendapat peringkat Pertama di Italia dan 19 terbesar perusahaan dunia dalam pemeringkatan tahun 2010 oleh "Fortune Global 500".

Dengan pengalaman selama hampir 200 tahun, Generali Group beroperasi pada semua lini asuransi, dari perlindungan akan risiko massal hingga perlindungan canggih untuk sektor industri, dari asuransi rumah tangga yang sederhana hingga kebutuhan yang lebih kompleks dari perusahaan multinasional di seluruh dunia, melayani jutaan individu maupun pabrik manufaktur raksasa, dan sistem transportasi dan komunikasi. Untuk melayani pelanggan retail, perusahaan kecil dan menengah, dan korporasi besar, Group menjangkau klien di seluruh dunia melalui strategi distribusi multi-channel.

Seiring dengan strategi diversifikasi bisnis, Generali juga memfokuskan diri pada penyediaan perlindungan terhadap individu, melindungi pemasukan mereka, dan mengoptimalkan simpanan mereka melalui produk-produk asuransi jiwa dalam skema individu dan pensiun kelompok. Generali menawarkan solusi yang canggih untuk perusahaan multinasional melalui struktur spesialis yang dinamakan Generali Employee Benefits (GEB) atau Pertanggungan Pegawai Generali, yang berlokasi di Brussels.



Company Background 
Generali Indonesia Life adalah anak perusahaan Generali Group dan beroperasi dengan lisensi atas nama PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia.
Generali Indonesia memiliki strategi bisnis yang terdefinisi secara jelas: memfokuskan diri pada distribusi antar usaha (business to business), membangun kemitraan seimbang berjangka panjang dengan lembaga keuangan dan distribusi umum, menyediakan produk-produk inovatif superior dan layanan bernilai tambah kepada pelanggan, serta menjadi pemain utama di industri asuransi jiwa di Indonesia.
Sejak didirikannya pada 2008, Generali Indonesia telah berkembang dengan cepat, mendorong jaringan global dan keahlian Group dalam hubungan nasabah asuransi global dan lokal, dan membangun teknologi yang dibutuhkan dan prasarana korporasi yang penting untuk ekspansi di masa datang.


Trademark

Dari Elang ke Singa

 

1833

Setahun setelah pembentukannya, Assicurazioni Generali Austro-Italiche diperbolehkan untuk menyertakan gambar elang berkepala dua, yang merupakan simbol dari House of Hapsburg, dalam dokumen-dokumennya.
 

 

1848

Setelah pemberontakan yang kemudian mengarah ke pembentukan Republik Venesia, perusahaan mengeluarkan kata “Austro-Italiche” dari namanya dan mengadopsi singa dari St. Mark sebagai simbol untuk kegiatan operasionalnya di semenanjung Italia.
 

 

1881

Pada perayaan ulang tahunnya yang ke-50, perusahaan merubah merek dagangnya dengan mereposisi gambar singa menghadap ke kanan. Konfigurasi ini menjadi simbol Generali sampai awal abad 20.
 

 

1971

Seiring dengan perubahan yang sedang berlangsung pada strategi pemasaran Generali, gambar tradisional singa St. Mark dianggap tidak lagi sesuai dengan selera dan ekspresi modern saat itu. Oleh karena itu, merek dagang Generali kembali diubah dan logotype Generali ditambahkan.
 

1978

Desain merek dagang group memberikan citra yang lebih homogen bagi entitas yang beroperasi di berbagai pasar.
 

1990

Di tahun 90-an, merek dagang Generali lebih disempurnakan agar lebih menarik.



Core Management Team

Edy Tuhirman, President Director, Chief Executive Officer

Bapak Edy Tuhirman bergabung dengan Generali Indonesia sebagai Chief Executive Officer setelah menghabiskan lebih dari 20 tahun berkecimpung di industri keuangan dan lebih dari 10 tahunnya mempelopori serta membangun bisnis Bancassurance di Indonesia. Beliau memimpin bisnis Bancassurance di sebuah bank terkemuka. Sebelum melibatkan diri dalam bidang asuransi, selama beberapa tahun beliau menggeluti bidang perbankan ritel dan asset management di beberapa bank terkemuka.

Ia kerap berbagi pengalamannya sebagai pembicara di berbagai forum asuransi dan keuangan dalam hal; direct marketing, investasi, Bancassurance dan asuransi mikro baik pada di dalam maupun di luar negeri.

Beliau memperoleh gelar MBA untuk General Management dari Institute Pengembangan Manajemen Indonesia, Jakarta; gelar S1 untuk Electrical Engineering; CPM (Certified Professional Marketer) dari Asia Pacific Marketing Federation dan FLMI dengan rating “With Distinction”.

 

Petrus Tatipatta, Chief of Operations

Bapak Petrus Tatipatta telah malang melintang selama lebih dari 14 tahun dalam bidang Asuransi Jiwa – termasuk Individual, Bancassurance dan Employee Benefit/Group Operations - untuk Manulife Indonesia, ING Aetna, and AIG Life.

Ia terlibat dalam pengembangan proses lead integration untuk prosedur, produk dan portfolio, orang dan adminstrasi system untuk employee benefit operations antara Manulife Indonesia dan perusahaan yang terakuisisi (Zurich Indonesia, ING Aetna Life Indonesia dan John Hancock Indonesia).

Keterlibatan lainnya antara lain memimpin proyek merger untuk employee benefit operation dan membangun 7 kantor administrasi AIG di seluruh Indonesia sebagai bagian dari desentralisasi.
Bapak Petrus memiliki S2 dari Universitas Pelita Harapan, Jakarta; CLPHI dan ACS dari Life office Management Association, Atlanta (AS); AAAI-J dari Asosiasi Management Asuransi Indonesia, Jakarta.

 

Maria Elvida Rita Dewi, Chief Actuary

Ibu Maria Elvida Rita Dewi telah bekerja lebih dari 15 tahun dalam bidang aktuari di beberapa perusahaan: Sun Life Financial Indonesia, Prudential Life Assurance Indonesia, MLC Life Indonesia, Lippo Life.

Sepanjang karirnya ia memimpin dan mendukung kegiatan dalam fungsi aktuari. Ia juga mendukung dalam pengembangan produk, pelaporan dan obyektif strategis perusahaan.

Beberapa dari keterlibatannya adalah Mengembangkan produk untuk mitra Sun Life Financial Indonesia lewat Alternative Distribution Channel dan merombak Agency Channel Products yang ada.
Ia adalah manajer proyek untuk Prudential Life’s Initiatives, antara lain: NB Conservation and Premium Holiday Strategy. Ia juga mengembangkan dan mengimplementasikan produk-produk Unit Link untuk MLC Life Indonesia.

Ibu Maria memiliki S1 untuk Actuarial Mathematic dari University of Indonesia; FSAI (Fellow of the Society of Actuaries of Indonesia); AAAI-J dari Asosiasi Management Asuransi Indonesia, Jakarta dan CLPHI dari Life Office Management Association, Atlanta (AS).

 

Rommy Rukyanto, Head of IT

Bapak Rommy memiliki lebih dari 12 tahun pengalaman dalam bidang teknologi informasi.
Salah satu dari perannya adalah memimpin dan mengelola proyek pengembangan dan implementasi Astra CMG Life Insurance Core System for Agency Channel. Ia memimpin dan mengelola proyek pengembangan dan implementasi direct marketing system. Implementasi sistem e-services. Dan ia juga melakukan implementasi sistem helpdesk dan sistem customer e-service.

Bapak Rommy memiliki S1 dalam Manajemen Ilmu Informasi dari Universitas Bina Nusantara; MCP Degree dari Microsoft; CLPHI dari Life Office Management Association, Atlanta (AS); dan AAAI-J dari Asosiasi Management Asuransi Indonesia, Jakarta.

 

Pungkie Indra, Head of HRD

Bapak Pungkie Indra telah bekerja dalam bidang SDM selama sembilan tahun.
Salah satu perannya adalah memimpin dan mengelola proyek SDM berbasis Kompetensi di PT Surya Semesta Internusa Tbk., dan PT Pacific Prestress Indonesia. Ia juga mengembangkan, memfasilitasi dan mendukung implementasi dari perencanaan strategis perusahaan di Surya Internusa Group.

Bapak Pungkie Indra memiliki S1 untuk Engineering dari Universitas Indonesia, Certified Business Management untuk Human Resources Management dari Prasetiya Mulya Institute of Management.

( Sumber: generali.co.id, Go to link:  http://www.generali.co.id/id/about-us )

PELUANG BISNIS DAN KARIR

PELUANG BISNIS DAN KARIR http://generaliasuransi.blogspot.com/2012/03/PELUANG-BISNIS-DAN-KARIR.html#linksGENERALI adalah salah satu perusahaan paling terkemuka di pasar asuransi dan keuangan global. Perusahaan induk dan prinsipal dari grup ini adalah ASSICURAZIONI GENERALI, yang memimpin pasar di Italia. Sejak pertama didirikan pada 1831 di Trieste, Perusahaan telah memiliki orientasi internasional.

Dengan didukung oleh 85,000 karyawan, GENERALI GROUP memiliki lebih dari 70 juta klien di seluruh dunia dan beroperasi di 68 negara dan di 4 benua. Daerah operasional utama Perusahaan adalah Eropa Barat, namun beberapa tahun belakangan ini Group telah memasuki pasar Eropa Tengah dan Timur, serta mendirikan kantor di pasar-pasar utama di benua Asia.

Generali adalah pemain kunci di Eropa Tengah, Asuransi Jiwa terbesar dan dengan kehadiran signifikan di semua negara-negara utama. Generali mendapat peringkat Pertama di Italia dan 19 terbesar perusahaan dunia dalam pemeringkatan tahun 2010 oleh "Fortune Global 500". Dan selama beberapa tahun selalu masuk dalam Top 100 perusahaan terbesar dan terkuat dunia.

Saat ini GENERALI sedang mengembangkan dan memperluas network bisnis asuransi jiwa di Indonesia, dengan meluncurkan produk-produk inovatif yang sangat brillian, yang tidak pernah dimiliki oleh perusahaan lain, sekaligus juga mengembangkan sayap bisnisnya dengan membangun jaringan distribusi Keagenan di seluruh wilayah Indonesia.

Untuk itu.., bagi rekan-rekan yang ingin mengembangkan potensi diri dan memiliki Semangat serta Dream untuk meraih masa depan yang lebih baik dan ingin maju dan besar bersama GENERALI, maka kami memberikan kesempatan kepada Anda untuk menjadi Mitra Bisnis kami sekaligus Kesempatan berkarir bagi Anda sebagai:
    

  • AGENCY BISNIS MANAGER ASURANSI GENERALI INDONESIA (BM)
  • FINANCIAL CONSULTANT ASURANSI GENERALI INDONESIA (FC)


Syarat dan Ketentuan:

  • Pria/wanita
  • Pendidikan Minimal SMA
  • Mempunyai motivasi yang kuat untuk sukses dan hidup mapan.
  • Pengalaman kerja tidak diutamakan, karena akan mendapatkan training dari perusahaan.
  • Domisili di Medan, Pekanbaru, Batam, Tanjungpinang, Pulau Jawa dan di seluruh wilayah Indonesia.
  • Menyukai bidang penjualan.
  • Mempunyai rekening bank yang aktif karena komisi, bonus dll akan langsung ditransfer oleh perusahaan
  • Terbuka juga peluang untuk rekan-rekan lain yang pernah menekuni industri Asuransi
  • Mengisi Form Recruitment
  • Melampirkan pas photo berwarna ukuran 2x3 dan 3x4, masing-masing 3 lembar
  • Melampirkan photo copy KTP yang masih berlaku sebanyak 2 lembar.


Benefit :

  • BONUS Financial Development Program (FDP) sebagai Allowance / bulan selama 1 tahun, bagi yang bergabung di bulan April 2012
  • Jenjang Komisi Dasar dari Produksi Premi yang sangat menarik
  • Bonus Tahunan
  • Liburan gratis di dalam dan ke luar negeri (KOREA ,BARCELONA)
  • Jenjang Karir 

  • Pelatihan, Training, Seminar dan Motivasi dari Tokoh Motivator terkemuka.
  • Support dari team leader untuk membantu anda naik ke jenjang yang lebih tinggi. 
    (Anda juga akan kami ajari cara untuk membuat dan memiliki blog / website pribadi, yang dapat membantu anda untuk menjaring nasabah dan merekrut rekan-rekan agen yang lain secara online).

Kirimkan CV lengkap Anda via Email, ke :
wen.kiet@gmail.com

Atau hubungi saya (Buniwan) di nomor 082164073585
wenkiet.blogspot.com


2013, Aset Generali Bisa Capai Rp 1 T

JAKARTA - FT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) memproyeksikan nilai aset perseroan bisa mencapai Rp 1 triliun dalam waktu tiga tahun. Saat ini, aset perusahaan masih berada di angka Rp 100 miliar.

"Jangan lihat kami dari angka, sebab kami masih bayi. Kami hadir di Indonesia baru dua tahun. Namun, dalam waktu tiga tahun, kami yakin nilainya sudah triliunan." kata Chief Executive Of Beer Generali Edy Tuhirman kepada Investor Daily di Jakarta, belum lama ini.


Edy mengatakan, pertumbuhan aset utamanya ditunjang oleh bisnis asuransi jiwa yang bakal didominasi oleh produk asuransi plus investasi (unit linked). Menurut Edy, unit linked bakal menjadi kontributor terbesar seperti nalnya di induk usaha, yaitu Generali Group, yang bermarkas di Italia dengan nama Assicurazioni Generali S.pA


Dia menilai, pertumbuhan unit linkeddi Indonesia bisa digarap secara serius dan berpotensi bagus karena pasarnya masih sangat besar. Secara khusus, perusahaan meluncurkan produk IDare yang me-nyasar segmen konservatif. Dalam produk tersebut, nasabah diajak untuk berdisiplin dan berani melakukan cut loss serta take profit sesuai dengan portofolio yang telah ditentukan.


Produk ini diklainvnya merupakan unit linked pertama kalinya di Indonesia yang memiliki sistem re-balancing dan dimonitor setiap harinya. "Jadi, nasabah bisa mengatur portofolio investasinya melalui fasilitas autotrading. Produk unit linked yang dipasarkan melalui kanal bancassurance bersama Bank DBS Indonesia bakal menarik orang-orang yang membutuhkan pengaman dalam berinvestasi," tuturnya.


Edy mengatakan, pihaknya tidak ingin dikatakan bersaing dalam mengembangkan unit linked. Sebab, hingga kini masih ada dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 2.000 triliun lebih di perbankan yang belum banyak digarap oleh bancassurance.


Dia menekankan, pihaknya mengikuti tradisi Grup Generali global yang memang kpnserva.tif. Sebanyak 80% investasi Genera* global ditempatkan di obligasi. Generali Indonesia, kata dia, juga hanya menempatkan investasinya di deposito dan obligasi. Perusahaan asuransi dengan peringkat 19 di dunia menurut Fortune 500 tersebut juga memiliki cara berbisnis dengan fokus di satu jenis produk terlebih dahulu.


Hingga Juni 2010, premi yang telah diraup mencapai Rp 43 miliar atau melonjak 290%. Tahun ini, pendapatan premi outstanding selama dua tahun ditargetkan mencapai Rp 600-700 miliar. Minimal, kata Edy, pendapatan premi terkecil yang bisa diraih di akhir tahun mencapai Rp 200-300 miliar. Perusahaan mengandalkan basis nasabah dari Bank DBS untuk mendongkrak pendapatan premi, (gre)


Entitas terkait
Ringkasan Artikel Ini
Menurut Edy, unit linked bakal menjadi kontributor terbesar seperti nalnya di induk usaha, yaitu Generali Group, yang bermarkas di Italia dengan nama Assicurazioni Generali S.pA Dia menilai, pertumbuhan unit linkeddi Indonesia bisa digarap secara serius dan berpotensi bagus karena pasarnya masih sangat besar. Sebab, hingga kini masih ada dana pihak ketiga (DPK) yang mencapai Rp 2.000 triliun lebih di perbankan yang belum banyak digarap oleh bancassurance. Minimal, kata Edy, pendapatan premi terkecil yang bisa diraih di akhir tahun mencapai Rp 200-300 miliar. 
( Sumber:  Bataviase.co.id, Go to link:  http://bataviase.co.id/node/358063 )

Investasi Juga Butuh Rem dan Persneling

Untuk memberi rasa aman kepada nasabahnya (pemegang polis) dalam urusan investasi, Generali Indonesia mengembangkan sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah yang disebut Auto Risk Management System. Apa saja manfaatnya?
The future can’t be predicted. Oleh karena itulah, berkembang produk asuransi. Namun, sebagai sebuah skema investasi, bukan berarti orang yang berasuransi bebas dari rasa khawatir. Sebab, portofolio investasi yang dijalankan perusahaan asuransi pun tak lepas dari risiko.
Nah, demi memberikan rasa aman lebih besar kepada nasabahnya dalam berinvestasi, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia mengembangkan sebuah sistem otomatis. Dengannya, para pemegang polisnya bisa mengelola prospek keuntungan dan risiko kerugian dengan lebih baik. Sistemnya ini disebut Auto Risk Management System (ARMS).
Edy Tuhirman, CEO Generali Indonesia, menjelaskan bahwa dalam asuransi selalu ada dua komponen: proteksi dan investasi. Untuk proteksi Generali menyediakan berbagai program perlindungan, seperti family protection plan, perlindungan cacat tetap, kebutuhan rumah sakit dan pembedahan, melahirkan, rawat jalan hingga perawatan gigi. “Generali menyediakan perlindungan menyeluruh untuk seluruh anggota keluarga,” ucap Edy.
Bagaimana dari sisi investasi? Menurut Edy, investasi ini seperti menyetir mobil, sehingga perlu rem, setir, persneling, dan sebagainya. Sebab, jika tak dilengkapi, bisa jadi investasinya anjlok. Misalnya, seseorang yang telah mempersiapkan masa pensiunnya dengan membeli produk asuransi. Diperkirakan, pada waktu tertentu ketika ia mempersiapkan masa pensiun, nilai investasinya mencapai Rp 1 miliar. Akan tetapi, tiba-tiba pasar modal ambruk. Nilai investasi orang tadi turun tinggal hanya – misalnya — Rp 200 juta. “Berinvestasi layaknya mengendarai mobil, yang memerlukan instrumen keselamatan semacam rem untuk mengatur risiko. Sebab, tak ada yang mampu memprediksi dan menjamin pasar modal akan bebas dari bahaya,” ujar Edy.
Menurut Edy, ARMS bisa menjadi solusinya. Ia mengklaim, solusi ARMS ini merupakan yang pertama di Indonesia. Apa itu ARMS? Pada dasarnya ini adalah sistem otomatis untuk memantau investasi nasabah. Jadi, dengan adanya ARMS, nasabah dapat menentukan level untuk mengambil untung dan level aman agar tak merugi besar (cut loss). Nasabah tak perlu lagi memantau pasar saham dan pasar uang setiap hari, karena ARMS yang melakukan secara otomatis. “Ide pengembangan ARMS ini terinspirasi pengalaman beberapa investor saat terjadinya krisis finansial tahun 2008, ketika kondisi pasar di seluruh dunia anjlok,” ungkap Edy.
Bertolak dari pemikiran tersebut, pada awal 2009 tim TI Generali Indonesia mengembangkan ARMS. Menurut Rommy Rukyanto, CIO Generali Indonesia, solusi ARMS dikembangkan di atas core system Life/Asia. “ARMS kami kembangkan sendiri, dengan dibantu konsultan TI. Aplikasi ARMS terhubung dengan aplikasi lainnya menggunakan interface,” ucap Rommy. “Investasinya sangat besar. Tetapi kami mendapat dukungan penuh dari kantor pusat,” Edy menambahkan.
Dijelaskan Rommy, ada beberapa modul dalam ARMS. Pertama, Automatic Trading Plan, merupakan fitur dalam berinvestasi, yaitu untuk mencapai target pengembangan dana investasi pada titik tertentu untuk meraih keuntungan (profit taking) atau menghindari terjadinya penurunan kerugian investasi lebih jauh (cut loss). Modul ini diibaratkan dengan sistem rem dalam menjaga investasi agar tidak melewati batas kerugian yang dapat ditolerir. Di sini, nasabah bisa menentukan sendiri nilai profit yang ingin dicapai dan nilai toleransi kerugian yang mampu ditanggung.
Modul kedua, Automatic Asset Rebalancing, merupakan fitur untuk menyeimbangkan komposisi alokasi dana investasi investor sehingga tetap berada dalam batas toleransi yang telah ditetapkannya. Modul Auto Balancing diibaratkan sebagai setir atau cruise control yang bekerja untuk menjaga pergerakan investasi selalu dalam profil risiko yang sudah ditetapkan. Jadi, modul ini mampu menjaga pergerakan portofolio investasi nasabah tetap stabil dan sesuai dengan yang ditentukan.
Ketiga, modul Automatic Re-entry, merupakan fitur penentuan momentum bagi investor untuk kembali berinvestasi dengan alokasi masing-masing dana investasi sesuai dengan yang ditetapkan investor. Modul Auto Re-entry diibaratkan sebagai persneling otomatis (automatic gear) yang membantu mendeteksi saat yang tepat untuk kembali ke pasar. Dengan modul ini, nasabah secara otomatis dimungkinkan untuk menentukan waktu yang tepat untuk kembali berinvestasi di pasar modal, ketika kondisi pasar sudah mencapai titik yang dikehendaki.
Sekarang, kami juga memiliki sebuah portal yang dapat digunakan oleh nasabah Generali Indonesia untuk memantau maupun mendapatkan informasi detail dari polis mereka,” ujar Rommy.
Modul-modul ARMS
  1. Automatic Trading Plan, fitur investasi untuk mencapai target pengembangan dana investasi pada suatu titik tertentu guna meraih keuntungan (profit taking) atau menghindari terjadinya kerugian lebih jauh (cut loss).
  2. Automatic Asset Rebalancing, fitur untuk menyeimbangkan komposisi alokasi dana investasi investor sehingga tetap berada dalam batas toleransi yang telah ditetapkannya.
  3. Automatic Re-entry, fitur penentuan momentum bagi investor untuk kembali berinvestasi dengan alokasi masing-masing dana investasi sesuai dengan yang ditetapkan investor.
Menurut Edy, by nature seorang investor memiliki karakteristik greedy atau penakut. Namun, ARMS membuat nasabah bisa disiplin. Ia menggambarkan contoh seorang investor tamak yang menempatkan modal Rp 100 juta, lalu nilainya naik menjadi Rp 150 juta. Nah, ketika ditawarkan diambil atau tidak, ia tidak mau ambil karena diperkirakan masih bisa naik lagi. Namun, ternyata pasar goyang sehingga modalnya hanya tinggal Rp 60 juta.
Ketamakan dan ketakutan investor ini bisa terjadi di tempat lain, karena tidak punya disiplin. Di Generali ada disiplin, seperti Auto Trading Plan,” ucap Edy. Misalnya, seorang investor masuk dengan modal Rp 100 juta. Sebelumnya, investor telah membuat persetujuan dengan planner: ia akan take profit jika naik 40%, dan cut loss jika minus 10%. Lalu, ia mendapat untung 20%, naik lagi menjadi 30%. Akan tetapi, sistem belum merespons. Nah, ketika keuntungannya naik 40% menjadi Rp 150 juta, sistem secara otomatis akan mengunci untuk ambil keuntungan. Sebaliknya, ketika modalnya turun menjadi Rp 90 juta, sistem langsung melakukan cut loss, untuk dipindahkan ke money market supaya tidak kebablasan (lihat Bagan).
Bagaimana caranya? Sistem TI yang melakukan monitoring setiap hari. Ketika sampai pada angka tertentu yang disepakati, sistem secara otomatis akan mengunci dan melakukan switching,” ujar Edy. “Jadi, setiap nasabah tidak perlu memantau pasar saham dan pasar uang setiap hari. Biarkan sistem kami yang bekerja.”
Menurut Edy, pengembangan ARMS telah memberikan beberapa manfaat, baik kepada nasabah maupun perusahaan. Manfaat paling utama dari ARMS adalah memberikan perasaan aman bagi nasabah dan keleluasaan dalam merancang perjalanan finansial. “Oleh karena merasa aman, impact-nya orang jadi lebih berani berinvestasi, sehingga return lebih tinggi. Investasi jangka panjang jadi lebih bagus,” ujar Edy. “Bagi perusahaan, dengan adanya ARMS ini, cost jadi lebih murah, sehingga jauh lebih efisien,” tambahnya.
Klaim Edy diamini salah satu nasabahnya, Ariyanto Erlangga. Menurut pria berumur 43 tahun yang telah menjadi nasabah Generali sejak April 2011 ini, ARMS yang dikembangkan Generali sangat membantu. Sebab, selama ini ia menjadi pemegang polis dari beberapa perusahaan asuransi, tetapi tidak ada yang memiliki “sistem rem” seperti ARMS di Generali. Akibatnya, kalau saham anjlok, investasi juga menurun. “Saat ini saya tidak takut lagi dalam berinvestasi,” ucap Ariyanto. “Tetapi, perlu sosialisasi secara detail agar kita semua lebih tahu kegunaan ARMS,” tambah Ariyanto menyarankan.
Baik Edy maupun Rommy sepakat bahwa ARMS baru langkah pertama Generali untuk memberikan pelayanan dan perlindungan kepada nasabahnya. “Masih banyak rencana yang akan dikembangkan ke depannya. The ultimate goal kami adalah ingin memberikan proteksi kepada nasabah,” ujar Edy.
Perencanaan TI selanjutnya adalah bisa menjadi business driver dibanding hanya menjadi sekadar business support maupun business enabler,” kata Rommy menambahkan. (*)
Tentang Generali Indonesia
  • Generali merupakan perusahaan asuransi dan keuangan global, yang berada di bawah Assicurazioni Generali di Italia. Generali didirikan pada 1831 di Trieste, Italia. Masuk ke Indonesia pada awal 2008.
  • Untuk memasarkan produknya, Generali telah menjalin kerja sama (sebagai produk bancassurance) dengan DBS Indonesia Bank, menawarkan produk Unit Link dengan Auto Risk Management System yang dinamakan iDARE – insurance Dynamic Asset Rebalancing. Juga, dengan ANZ Bank, menawarkan produk asuransi jiwa berbentuk Unit Link dengan pembayaran premi tunggal yang menawarkan alokasi fleksibel antara investasi dan perlindungan jiwa yang sesuai dengan kebutuhan, yang disebut Ultimate Balance Protection (UB Pro).

Kamis, 08 Maret 2012

Industri Asuransi Jiwa Raup Premi Rp110,6 T


INILAH.COM, Jakarta - Meski krisis Eropa dan Amerika Serikat masih terus bergejolak, bisnis proteksi di Indonesia tetap tumbuh signifikan.

Industri asuransi jiwa selalu memperlihatkan prospek cemerlang dari tahun ke tahun. Berdasarkan data kinerja bisnis triwulan 4 (Q4) tahun 2011 (un-audited) yang terkumpul dari 43 perusahaan asuransi jiwa anggota Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), total pendapatan industri asuransi jiwa nasional Q4/2011 mencapai Rp 110.61 triliun, tumbuh 7,99% dari posisi Q4/2010 (un-audited) yang sebesar Rp102,43 triliun.

Dari total pendapatan Q4/2011 tersebut, total pendapatan premi menjadi penyumbang terbesar yakni Rp94,43 triliun, atau tumbuh 24,28% jika dibandingkan dengan total pendapatan premi pada periode Q4/2010 yang sebesar Rp75,98 triliun. Adapun pendapatan premi tersebut terdiri dari pendapatan premi produksi baru (new business premium) pada Q4/2011 yang mencapai Rp67,65 triliun, meningkat sebesar 28,45% jika dibandingkan dengan Q4/2010 yang sebesar Rp 52,66 triliun.

Menariknya, pada pendapatan premi new business, premi tradisional berhasil menyaingi pendapatan premi dari unit linked. Pada Q4/2011 total premi new busines tradisional mencapai Rp33,90 triliun, tumbuh 71,2% dari posisi Q4/2010 yang sebesar Rp19,80 triliun. Sedangkan pendapatan premi new bussines dari unit linked hanya tumbuh 2,68% menjadi Rp33, 73 triliun pada Q4/2011 dari posisi Rp32,85 pada Q4/2010.

Namun, di sisi pendapatan premi lanjutan Q4/2011 yang sebesar Rp26,78 triliun, pendapatan premi lanjutan unit linked masih mendominasi dengan sumbangan sebesar Rp15,24 triliun, sedangkan premi lanjutan tradisional sebesar Rp11,53 triliun. Sehingga persentase total pendapatan premi tradisional berbanding dengan total pendapatan premi adalah sebesar 48,12%, sedangkan persentase total pendapatan premi unit linked terhadap total pendapatan premi adalah sebesar 51,88%.

Sementara itu, sumbangan pendapatan dari non premi tercatat sebesar Rp16,18 triliun, lebih rendah dari sumbangan pada periode Q4/2010 yang sebesar Rp26,45 triliun. Penurunan tersebut oleh karena penurunan sumbangan dari pendapatan hasil investasi pada Q4/2011 yang hanya sebesar Rp18,42 triliun, menurun 43,89% dibandingkan dengan Q4/2010 sebesar Rp23,92 triliun. ”Kami mensyukuri bahwa catatan new business sangat baik pada Q4 tahun 2011. Artinya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mengantisipasi risiko dan membeli produk asuransi terus mengalami peningkatan. Ini berarti produk asuransi semakin terus diminati oleh masyarakat,” papar Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), Hendrisman Rahim pada siaran persnya mengenai Kinerja Asuransi Jiwa Nasional Q4 2011 di Jakarta, Jumat, (9/3/2012).

Hendrisman menambahkan, hingga akhir tahun 2011, industri asuransi jiwa terus berkembang sesuai dengan capaian pertumbuhan ekonomi. Demikian pula dalam beberapa tahun sebelumnya, kendati ada krisis melanda perekonomian, industri asuransi tetap eksis dan selalu mencetak pertumbuhan aset rata-rata di level 25 persen hingga 30 persen.

Ketua Bidang Keanggotaan dan Komunikasi AAJI, Albertus Wiroyo mengungkapkan, di tengah kondisi krisis yang melanda wilayah Eropa dan Amerika Serikat, perusahaan asuransi jiwa nasional tidak menyurutkan rencana investasi mereka. Terlihat dari total nilai investasi perusahaan asuransi jiwa nasional pada Q4/2011 yang tercatat mencapai Rp197,54 triliun, meningkat 25,55% jika dibandingkan dengan Q4/2010 yang sebesar Rp157,34 triliun.

Dari total investasi tersebut, sekitar Rp149,22 triliun atau 75,49 persen ditempatkan di instrumen pasar modal seperti saham obligasi, SUN dan reksadana. Penempatan dana investasi di pasar modal ini tumbuh 21,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp123,07 triliun.

Albertus menambahkan, pada Q4/2011 total klaim yang dibayarkan asuransi jiwa nasional tercatat Rp55,21 triliun atau meningkat 13,37% dibandingkan periode yang sama 2010 yang sebesar Rp48,70 triliun.

Dari sisi asset, Albertus mengatakan, pada Q4/2011 aset industri asuransi jiwa mengalami peningkatan, yakni mencapai Rp225,25 triliun, meningkat sebesar 28,88% dibandingkan dengan Q4/2010 Rp174,77 triliun. Begitu pula cadangan teknis pada Q4/2011 yang mengalami peningkatan 23,63% jika dibanding dengan periode Q4/2010 menjadi Rp177,88 triliun dari sebelumnya Rp143,89 triliun.

Sedangkan untuk total tertanggung (insured) pada Q4/2011 mengalami kenaikan sebesar 50,03% atau sejumlah 49.817.996 orang dibandingkan periode yang sama di 2010 yang berjumlah 33.206.052 orang. Dilihat secara terpisah, tertanggung kumpulan mengalami peningkatan jumlah tertanggung dibanding tahun sebelumnya. Sementara tertanggung perorangan mengalami penurunan.

Untuk tertanggung perorangan pada Q4/2011 sebanyak 8.991.932 orang atau turun sebesar 3,65% dibanding dengan periode Q4/2010 sebanyak 9.332.136. Sedangkan untuk tertanggung kumpulan mengalami kenaikan sebesar 71,01% dari posisi Q4/2010 yang berjumlah 23.873.916 menjadi sebanyak 40.829.063 pada Q4/2011.

Selain melakukan sosialisasi dalam upaya peningkatkan penetrasi asuransi di Indonesia, AAJI juga terus meningkatkan kualitas para agen. Direktur Eksekutif AAJI Benny Waworuntu mengatakan, sebagai ujung tombak bisnis asuransi jiwa, posisi agen sungguh strategis. Itu sebabnya, sejalan dengan misi AAJI untuk menjadikan agen sebagai perencana keuangan atau financial planner bagi keluarga di Indonesia. Sejak 2010 AAJI telah melakukan program ‘100% Agen Asuransi Jiwa Berlisensi’. “Hal ini dilakukan untuk menciptakan standarisasi profesi agen, sehingga sistem dan pelayanan kepada nasabah menjadi lebih terukur dan berkualitas,” ujar Benny.

AAJI mencatat total agen telah berlisensi sampai dengan akhir Desember 2011 sebanyak 258.399 agen. “Ke depan, kami tentu akan terus meningkatkan jumlah agen yang telah berlisensi, sesuai dengan target AAJI memiliki 500.000 agen berlisensi pada tahun 2012. AAJI sendiri kini telah memiliki fasilitas sertifikasi yang sangat mumpuni dan bisa dimanfaatkan oleh seluruh anggota,” tambah Benny.