Mayoritas penduduk Indonesia
masih belum memiliki asuransi yang memadai. Masyarakat yang mempunyai
asuransi pun ternyata belum lepas dari potensi masalah karena terdapat protection gap atau
kesenjangan proteksi yang signifikan. Selisih antara kebutuhan proteksi
dan dana yang dimiliki untuk menutup proteksi mencapai Rp 105,7 juta
per keluarga.
Demikian hasil survei PT GENERALI INDONESIA terhadap
1.208 responden di 10 kota yang bertajuk "Understanding Protection Gap
of Life Insurance in Indonesia."
President Direktur PT.GENERALI INDONESIA Edi Tuhirman, melalui survei yang berlangsung Juli 2011 - September 2011 ini,
pihaknya berharap bisa membangun pemahaman masyarakat terhadap
kesenjangan proteksi tersebut. "Kami mengerti bahwa mayoritas masyarakat
Indonesia memiliki selisih antara kepemilikian dana dan rata-rata total
dana yang dibutuhkan cukup signifikan, yaitu 77 persen. Artinya
rata-rata hanya memiliki persiapan sebesar 23 persen. tentunya jumlah
ini tidaklah besam dan cukup dalam memenuhi kebutuhan proteksi yang
optimal tersebut," jelasnya.
Survei ini menyebutkan, sebanyak 60
persen responden sama sekali tidak memiliki asuransi ataupun cadangan
untuk melindungi diri sendiri maupun keluarganya dalam mengantisipasi
risiko kesehatan yang berpotensi memberikan dampak pada keuangan dan
kondisi keluarga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar